Khosim

Khosim

Khosim, S. Pd., tempat tanggal lahir di Semarang 12 Juni 1969, merupakan alumnus dari Universitas Negeri Semarang yang kala itu masih bernama IKIP Semarang jurusan Pendidikan Olahraga tahun 1994 yang sekarang masih aktif mengajar Pendidikan Jasmnai Olahraga dan Kesehatan di SDN 1 Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Dulu menempuh pendidikan di SDN Patemon 01 lulus pada tahun 1981, kemudian tingkat SLTP di SMPN 24 Semarang lulus pada tahun 1984, dan tingkat SLTA mengambil sekolah SPGN Semarang lulus pada tahun 1987.
Menulis dan olahraga merupakan hoby saya, dengan memadukan dalam karya pertama ini diharapkan bisa dinikmati oleh semua orang dan bisa bermanfaat.

  • Male
  • 1
  • (0)
    By : Khosim

    Kumpulan Puisi Sehat Di kala Pandemi

    Harga aslinya adalah: Rp40.000.Harga saat ini adalah: Rp35.000.

    Di kala pandemi yang melanda tanah air saat ini membuat semua kegiatan dilakukan di rumah saja. Dari pekerjaan, sekolah, olahraga maupun kegiatan lainnya dilakukan dari rumah. Hal ini sangat berpengaruh untuk kesehatan secara rohani dan jasmani, banyak dari kita yang takut untuk melakukan kegiatan di luar. Untuk menghilangkan kejenuhan dikala pandemi, rohani dan jasmani ikut berkarya.
    Penulis disini membuat karya berupa bait-bait puisi. Beberapa diantaranya berisi tentang kondisi rohani dan jasmani dikala pandemi. Penulis secara jelas menggunakan diksi-diksi yang jelas dan lugas, sehingga mudah untuk dipahami maksud dan subtansi dari ide yang dituangkan.
    Saya rasa, apa yang dituangkan oleh penulis adalah apa yang dirasakan oleh kebanyakan orang. Hal ini berarti penulis mahir dalam merekam realitas yang terjadi di masyarakat. Dikala rohani dan jasmani ikut berkarya, penulis ingin menuangkan harapan pada diri kita sendiri maupun banyak orang untuk tetap berkarya disaat pandemi maupun kehidupan kembali normal.
    Sebagai penulis pemula, isi dari kumpulan puisi ini sarat akan nilai-nilai sosial. Nilai sosial ini mengenai orang-orang yang tetap berkarya dalam kondisi pandemi, dimana rohani dan jasmani setiap orang ikut berperan dalam penulisan puisi ini. Harapannya akan muncul karya-karya lain meski aktivitas dan mobilitas terbatas karena pandemi.