Maulidatun
Maulidatun, S.Pd.I dilahirkan di Tanjung Pinang pada tanggal 10 Agustus 1965. Menikah dengan Akhmad, S.Pd.I tahun 1988 dan dikaruniai tiga orang anak bernama Bimbi Agita, S.Pd, Sekar Arum, S.Tr dan Agung Hidayat Qisthie, SE.
Awal pendidikan di SDN Sukodadi (1980), MTsN Nurul Huda Mangkang Kulon, Semarang (1983), PGAN Semarang (1986), dan S1 STIT Muhammadiyah Kendal (2012). Mulai mengajar sebagai guru PAI di SDN 3 Kalirejo (1995-2014) Guru PAI di SDN 1 Tanjungmojo (2014 – sekarang).
Di rumahnya yang beralamat di Ds. Kalirejo RT 05 RW 02 Kec. Kangkung Kab. Kendal Prov. Jawa Tengah, penulis mengisi waktu di sela-sela kesibukannya dengan keluarga Semboyan hidupnya adalah “Untuk mendapatkan apa yang kamu cintai, kamu harus terlebih dahulu bersabar dengan apa yang kamu benci”. Penulis bisa dihubungi melalui nomor WA 085225384189.
- Female
- 2
-
(0)By : Maulidatun
Kumpulan Puisi Mengetuk Pintu-Mu
Rp40.000Harga aslinya adalah: Rp40.000.Rp35.000Harga saat ini adalah: Rp35.000.Kumpulan puisi dalam buku “Mengetuk PintuMu” memuat tentang perwujudan rasa syukur seorang makhluk terhadap penciptanya atas segala nikmat yang telah dianugerahkan.
Setiap kata menunjukkan digdaya
Sifat Tuhan yang tak dimiliki makhluknya
Setiap apapun yang terjadi di Dunia
Dibawah kendali takdirNya semataKutipan tersebut menggambarkan bahwa penulis menyadari, bahwa sebagai makhluk tak miliki kuasa apa-apa melainkan dari pertolonganNya. Sifat Tuhan Yang Maha Kuasa harus kita imani sebagai wujud dari penghambaan diri.
Penulis ingin menyampaikan bahwa kuasa Tuhan tiada tertandingi oleh makhlukNya. Semua yang kita miliki sejatinya bukan milik kita. Saat Tuhan menghendaki Ia dapat mengambilnya kapan saja. Tetaplah belajar untuk menjadi manusia yang senantiasa bersyukur.
-
(0)By : Maulidatun
Kumpulan Puisi Pemilik Takdir
Rp40.000Harga aslinya adalah: Rp40.000.Rp35.000Harga saat ini adalah: Rp35.000.Kumpulan puisi dalam buku “Pemilik Takdir” berisi tentang semua pujian seorang hamba kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa sebagai pemilik ketentuan takdir bagi semua makhluk ciptaanNya.
Semua berjalan dengan izinNya
Semua bergerak dengan kuasaNya
Semua berlaku sesuai kehendakNya
Tak ada yang luput dari penglihatanNya
Kutipan tersebut menggambarkan bahwa penulis menyadari, bahwa sebagai seorang hamba yang tidak memiliki kekuatan ataupun kuasa tak mampu melakukan apapun melainkan atas pertolonganNya. Sifat Tuhan yang maha kuasa harus kita imani sebagai wujud dari penghambaan diri manusia sebagai makhluk kepada khaliknya.
Penulis ingin menyampaikan bahwa Kuasa Tuhan adalah mutlak. Semua yang terjadi di dunia yang menimpa makhluk adalah ketetapanNya yang tidak bisa diatur dan berjalan sesuai takdir yang telah Allah tetapkan. Saat Tuhan menghendaki Ia dapat mengambilnya kapan saja, dan memberi kepada siapa saja yang Ia kehenaki. Tetaplah belajar untuk menjadi manusia yang senantiasa bersyukur.



