Dari Dominasi ke Harmoni: Revolusi Pemikiran Tiongkok dalam Studi Hubungan Internasional

Rp120.000 Harga aslinya adalah: Rp120.000.Rp95.000Harga saat ini adalah: Rp95.000.

Buku ini mengupas transformasi mendasar dalam cara Tiongkok memandang dan mempraktikkan hubungan internasional—beralih dari paradigma dominasi menuju pendekatan yang menekankan harmoni, keseimbangan, dan kerja sama. Berangkat dari kritik terhadap teori-teori Barat yang cenderung berfokus pada kekuasaan dan konflik, karya ini menyoroti bagaimana tradisi filsafat Tiongkok, seperti Konfusianisme dan konsep tianxia, menawarkan perspektif alternatif yang lebih inklusif dan berorientasi pada keteraturan global.
Melalui analisis historis dan kontemporer, buku ini menunjukkan bagaimana kebangkitan Tiongkok tidak hanya berdampak pada peta geopolitik dunia, tetapi juga mendorong lahirnya pendekatan baru dalam studi hubungan internasional. Penulis mengaitkan kebijakan luar negeri Tiongkok—seperti prinsip non-intervensi, kerja sama ekonomi, dan diplomasi damai—dengan nilai-nilai budaya yang menekankan harmoni sosial dan saling ketergantungan.
Lebih dari sekadar wacana teoritis, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa dunia multipolar masa kini membutuhkan paradigma yang tidak lagi bertumpu pada hegemoni, melainkan pada kolaborasi dan saling menghormati. Dengan demikian, “Dari Dominasi ke Harmoni” menjadi kontribusi penting dalam memperkaya diskursus global, sekaligus membuka ruang dialog antara Timur dan Barat dalam membangun tatanan internasional yang lebih adil dan berkelanjutan.

Author: Sugiarto Pramono

Buku ini mengupas transformasi mendasar dalam cara Tiongkok memandang dan mempraktikkan hubungan internasional—beralih dari paradigma dominasi menuju pendekatan yang menekankan harmoni, keseimbangan, dan kerja sama. Berangkat dari kritik terhadap teori-teori Barat yang cenderung berfokus pada kekuasaan dan konflik, karya ini menyoroti bagaimana tradisi filsafat Tiongkok, seperti Konfusianisme dan konsep tianxia, menawarkan perspektif alternatif yang lebih inklusif dan berorientasi pada keteraturan global.
Melalui analisis historis dan kontemporer, buku ini menunjukkan bagaimana kebangkitan Tiongkok tidak hanya berdampak pada peta geopolitik dunia, tetapi juga mendorong lahirnya pendekatan baru dalam studi hubungan internasional. Penulis mengaitkan kebijakan luar negeri Tiongkok—seperti prinsip non-intervensi, kerja sama ekonomi, dan diplomasi damai—dengan nilai-nilai budaya yang menekankan harmoni sosial dan saling ketergantungan.
Lebih dari sekadar wacana teoritis, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa dunia multipolar masa kini membutuhkan paradigma yang tidak lagi bertumpu pada hegemoni, melainkan pada kolaborasi dan saling menghormati. Dengan demikian, “Dari Dominasi ke Harmoni” menjadi kontribusi penting dalam memperkaya diskursus global, sekaligus membuka ruang dialog antara Timur dan Barat dalam membangun tatanan internasional yang lebih adil dan berkelanjutan.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Dari Dominasi ke Harmoni: Revolusi Pemikiran Tiongkok dalam Studi Hubungan Internasional”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *