Investasi asing, khususnya dari Tiongkok, telah menempati posisi penting dalam pembangunan ekonomi INDONESIA selama dua dekade terakhir. Melalui inisiatif Belt and Road Initiative (BRI), Tiongkok menjadikan kawasan Asia Tenggara—termasuk INDONESIA—sebagai salah satu tujuan utama ekspansi modalnya. Proyek-proyek berskala besar seperti Kereta Cepat Jakarta–Bandung dan kawasan industri berbasis nikel di Morowali memperlihatkan peran strategis investasi ini, sekaligus menimbulkan perdebatan mengenai kedaulatan ekonomi dan risiko ketergantungan jangka panjang.
Buku ini mengkaji dinamika investasi Tiongkok dari perspektif politik ekonomi internasional, dengan memadukan pendekatan ketergantungan struktural, pembangunan nasional, dan diplomasi ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun investasi Tiongkok mempercepat pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri, hubungan yang terbentuk masih cenderung timpang. Tantangan utama meliputi dominasi teknologi asing, keterbatasan transfer pengetahuan, serta potensi enclave ekonomi yang terputus dari industri lokal.
INVESTASI TIONGKOK DI INDONESIA: Peluang, Tantangan, dan Strategi Kedaulatan Ekonomi
Investasi asing, khususnya dari Tiongkok, telah menempati posisi penting dalam pembangunan ekonomi INDONESIA selama dua dekade terakhir. Melalui inisiatif Belt and Road Initiative (BRI), Tiongkok menjadikan kawasan Asia Tenggara—termasuk INDONESIA—sebagai salah satu tujuan utama ekspansi modalnya. Proyek-proyek berskala besar seperti Kereta Cepat Jakarta–Bandung dan kawasan industri berbasis nikel di Morowali memperlihatkan peran strategis investasi ini, sekaligus menimbulkan perdebatan mengenai kedaulatan ekonomi dan risiko ketergantungan jangka panjang.
Buku ini mengkaji dinamika investasi Tiongkok dari perspektif politik ekonomi internasional, dengan memadukan pendekatan ketergantungan struktural, pembangunan nasional, dan diplomasi ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun investasi Tiongkok mempercepat pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri, hubungan yang terbentuk masih cenderung timpang. Tantangan utama meliputi dominasi teknologi asing, keterbatasan transfer pengetahuan, serta potensi enclave ekonomi yang terputus dari industri lokal.












Reviews
There are no reviews yet.