Buku ini tentang ekosistem sastra digital Indonesia—bagaimana karya lahir, ditampilkan, dan beredar di platform seperti Wattpad, Instagram, TikTok, Medium, dan YouTube. Uraian berfokus pada tiga lensa: literasi digital (kebiasaan membaca–menulis, interaktivitas), modal budaya (reputasi, jejaring, gaya presentasi), dan estetika platform (tipografi, audio–visual, ritme, hook). Dijelaskan cara kerja algoritma (retensi, watch time, share) yang memengaruhi visibilitas karya; strategi kreator (serialisasi, visualisasi teks, performativitas); serta agensi pembaca sebagai kurator yang memberi legitimasi melalui komentar, simpan, dan berbagi. Buku ini memperkenalkan konsep digital cultural capital dan habitus algoritmik untuk memahami konversi engagement menjadi nilai simbolik dan ekonomi. Disajikan pula tipologi estetika per platform beserta indikator praktis untuk menilai presentasi, ritme cerita, dan daya resonansi. Sebuah model interaksi tiga arah (kreator–platform–pembaca) ditawarkan sebagai kerangka merancang strategi kreatif lintas kanal. Sasaran pembaca dari buku ini antara lain: akademisi/mahasiswa sastra–media–komunikasi, kreator & manajer konten, editor/penerbit, komunitas literasi, pengajar bahasa/sastra, pustakawan, serta pemangku ekonomi kreatif.
SASTRA DIGITAL: CARA MENULIS, MEMBACA, DAN BERKARYA DI LAYAR
Buku ini tentang ekosistem sastra digital Indonesia—bagaimana karya lahir, ditampilkan, dan beredar di platform seperti Wattpad, Instagram, TikTok, Medium, dan YouTube. Uraian berfokus pada tiga lensa: literasi digital (kebiasaan membaca–menulis, interaktivitas), modal budaya (reputasi, jejaring, gaya presentasi), dan estetika platform (tipografi, audio–visual, ritme, hook). Dijelaskan cara kerja algoritma (retensi, watch time, share) yang memengaruhi visibilitas karya; strategi kreator (serialisasi, visualisasi teks, performativitas); serta agensi pembaca sebagai kurator yang memberi legitimasi melalui komentar, simpan, dan berbagi. Buku ini memperkenalkan konsep digital cultural capital dan habitus algoritmik untuk memahami konversi engagement menjadi nilai simbolik dan ekonomi. Disajikan pula tipologi estetika per platform beserta indikator praktis untuk menilai presentasi, ritme cerita, dan daya resonansi. Sebuah model interaksi tiga arah (kreator–platform–pembaca) ditawarkan sebagai kerangka merancang strategi kreatif lintas kanal. Sasaran pembaca dari buku ini antara lain: akademisi/mahasiswa sastra–media–komunikasi, kreator & manajer konten, editor/penerbit, komunitas literasi, pengajar bahasa/sastra, pustakawan, serta pemangku ekonomi kreatif.












Reviews
There are no reviews yet.