Ratih Purnama Pertiwi

Ratih Purnama Pertiwi

  • 2
  • (0)

    Implementasi Pembelajaran Sains Inklusif di Sekolah Dasar (Panduan Penggunaan E-Modul IPAS dengan Pendekatan Diferensiasi)

    Harga aslinya adalah: Rp100.000.Harga saat ini adalah: Rp95.000.

    Kehadiran e-modul ini disusun sebagai upaya untuk menyediakan bahan ajar yang adaptif, mudah diakses, dan selaras dengan kebutuhan pembelajaran sains di sekolah dasar, khususnya dalam konteks kelas inklusif. Perkembangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga responsif terhadap keragaman kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, e-modul ini dirancang agar dapat mendukung guru dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui pendekatan yang sistematis dan terstruktur.
    Saya menyadari bahwa e-modul ini masih memiliki kekurangan dan sangat terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi penyempurnaan di masa mendatang. Semoga e-modul ini dapat memberikan manfaat bagi guru, peserta didik, maupun pihak terkait lainnya, serta menjadi kontribusi kecil namun berarti dalam peningkatan kualitas pembelajaran sains inklusif di sekolah dasar. Semoga karya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan dan ramah bagi semua.

  • (0)

    MENGAJAR SAINS DI KELAS INKLUSIF MODEL PEMBELAJARAN SAINS INKLUSIF

    Harga aslinya adalah: Rp110.000.Harga saat ini adalah: Rp100.000.

    Model Pembelajaran Sains Inklusif untuk Sekolah Dasar ini dapat disusun dan diselesaikan dengan baik. Buku ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana guru-guru menghadapi kelas yang semakin beragam baik dari kemampuan belajar, karakter, maupun kebutuhan khusus peserta didik. Keberagaman tersebut menuntut pembelajaran yang fleksibel, adil, dan mampu mengakomodasi semua anak.

    Buku ini berupaya menghadirkan model pembelajaran yang memadukan Universal Design for Learning (UDL) sebagai kerangka aksesibilitas dan Problem-Based Learning (PBL) sebagai kerangka berpikir ilmiah. Integrasi kedua pendekatan ini diharapkan membantu guru merancang pembelajaran sains yang tidak hanya menarik dan bermakna, tetapi juga dapat diikuti oleh setiap pembaca tanpa pengecualian.