Buku antologi puisi Aku, Kau, dan Dunia ini lahir dari kegelisahan, kerinduan, cinta, kehilangan, harapan, dan perenungan para penulisnya. Tiap halaman adalah rekaman emosi yang jujur, ditulis bukan untuk menjadi indah, tapi untuk menjadi nyata. Di sini, “aku” bukan sekadar kata ganti diri, “kau” bukan sekadar lawan bicara, dan “dunia” bukan hanya tempat berpijak. Semuanya hadir sebagai ruang jiwa yang luas, penuh tanya, luka, sekaligus cahaya.
Puisi-puisi yang terkumpul di buku ini tak ingin menggurui, tak hendak menjadi rumit. Ia hanya ingin dibaca, dirasakan, mungkin dikenang. Setiap kata yang dirangkai, setiap metafora yang ditulis, adalah ajakan diam-diam untuk berhenti sejenak, lalu mendengar suara hati sendiri.












Reviews
There are no reviews yet.